Latest News

Strategi Indonesia Menghadapi Ancaman di Bidang Ideologi, Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya


Di dalam era globalisasi , tetunya Indonesia harus mempunyai cara  untuk mengatasi ancaman yang mengancam NKRI baik ancaman yang dari dalam dan ancaman dari luar. Dalam hal ini ancaman bisa berupa  ancaman  bidang ideologi, politik, ekonomi, n sosoal budaya. Di dalam Pasal 30 Ayat 2 UUD 1945 disebutkan “usaha pertahanan dan keamanan Negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan kemanan rakyat semesta oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung”   Dalam hal ini  berarti bahwa pertahanan dan keamanan NKRI tidak hanya dari unsur TNI dan Polri , tetapi rakyat juga ikut berperan serta.
Adapaun strategi Indonesia menghadapi ancaman antara lain :

1.   Strategi Indonesia dalam Menghadapi Ancaman di Bidang Ideologi
Pengertian Ideologi secara umum adalah merupakan suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan, serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berbagai aspek kehidupan.
Ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila, artinya Pancasila merupakan pandangan hidup Bangsa Indonesia. Agar nilai-nilai ideologi tidak terkikis maka kita harus mempertahankannya. Contoh ancaman di bidang ideologi adalah dengan  adanya golongan-golongan tertentu yang menginginkan mengganti Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia.
Untuk itu strategi menghadapi berbagai ancaman di bidang ideologi antara lain :
a.  Kita harus benar-benar memahami Pancasila sebagai ideologi Indonesia;
b.  Penanaman nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila, sejak dari kecil;
c. Menumpas golongan-golongan sparatis yang mencancam  keutuhan bangsa dan negara Indonesia ;
d.  Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus berpedoman dengan nilai-lilai pancasila

2.  Strategi Indonesia dalam Menghadapi Ancaman di Bidang Politik
Ancaman di bidang politik ini bisa berasal dari dalam negeri dan dari luar negeri.  Ancaman politik dari dalam negeri misalnya gerakan sparatis di Indonesia. Gerakan separatis dapat dapat ditempuh dengan pola perjuangan politik tanpa senjata dan perjuangan bersenjata. Perjuangan politik tanpa senjata sering digunakan, hal ini dilakukan untuk menarik simpati masyarakat internasional. Dengan adanya hal itu, bisa dikatakan bahwa gerakan separatis sulit dihadapi dengan menggunakan kekuatan militer.  Ancaman politik dari luar misalnya adanya tekanan politik dari luar negeri terhadap Indonesia.
Strategi  mengatasi ancaman bidang politik bisa dilakuan dengan 2 pendekatan :
a         Pendekatan ke dalam
  • Melalui penguatan penyelenggaraan pemerintahan negara yang bebas dari KKN, dan mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap NKRI;
  • Penguatan lembaga legislatif, diharapkan pemerintah mampu membuat peraturan yang bisa memajukan bangsa tanpa harus mengorbankan wibawa bangsa dan negara dan tanpa mengorbankan rakyat;
  • Penguatan kekuatan politik nasional, dalam hal ini bisa partai politik atau ormas yang bertujuan untuk membangun bangsa, menciptakan suasana yang dinamis, dan suasana yang aman, tentram.
      Pendekatan ke Luar
      Pendekatan ke luar erat kaitannya dengan dengan  dengan pihak asing. 
      Kerja sama ini meliputi :
  • Pada lingkup internal, yaitu upaya  peningkatan dan perbaikan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan kuat serta penguatan dan peningkatan kehidupan sosial kemasyarakatan yang melalui peningkatan kondisi dalam negeri yang semakin mantap dan stabil, penciptaan lapangan kerja, pembangunan saranan dan prasarana yang memadai;
  • Pada lingkup regional, adanya sikap saling menghargai  dan tidak saling mencampuri urusan dalam negeri negara masing-masing, sehingga bisa tercipta suasana politik yang dinamis guna membangun kerja sama;
  • Pada lingkup supraregional, Indonesia sebagai pendiri dan anggota ASEAN, diharapkan mampu membangun kerjasama yang bisa meningkatkan keutuhan dan keamanan NKRI;
  • Pada lingkup global, politik luar negeri Indonesia harus mampu berperan dalam kancah dunia internasional, Indonesia sebagai anggoa PBB, OKI, OPEC  dll. Peran diplomasi Indonesia diharapkan mampu berperan dalam menjaga keutuhan dan ketahanan Indonesia.


3.   Ancaman di Bidang Ekonomi
Pembangunan di bidang ekonomi dilakukan untuk menciptakan kehidupan perekonomian yang baik dan saling menguntungkan. Keadaan tersebut bisa terwujud apabila Indonesia mempunyai strategi untuk menghadapi ancaman di bidang ekonomi. Adapun strateginya antara lain :
a. Membangun sarana dan prasarana sehingga lalu lintas  produksi, distribusi dan konsumsi lancar;
b.  Menciptakan hubungan yang baik dengan negara lain yang berguna  untuk saling mencukupi kebutuhan negara masing-masing;
c.  Terciptanya iklim usaha yang kondusif .

4.   Strategi Indonesia dalam Menghadapi Ancaman di Bidang Sosial Budaya
Ancaman di bidang sosial budaya erat kaitannya dengan kemiskinan, kebodohan dan kemerosotan nilai-nilai norma di masyarakat. Dalam hal ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi cukup berperan dalam kemerosotan nilai sosial budaya.. Budaya luarpun dengan mudahnya masuk ke desa. Misalnya dengan adanya televisi, kita bisa melihat film-film luar yang isinya tidak sesuai dengan budaya kita, sehingga mengakibatkan kadang kala kita bertindak seperti yang ada di film tersebut. Tidak hanya itu, mudahnya kita memperoleh barang,  menjamurnya mini market yang mengancam pasar tradisional. Sehingga besar kemungkinan timbul pola hidup hedonis dan konsumstif. Dalam hal ini terjadi benturan antara norma-norma Indonesia dengan budaya asing.  Oleh karena itu menghadapi ancaman di bidang sosial budaya, sebaiknya kita perlu menanamkan nilai-nilai yang sesuai dengan Indonesia dan kita harus menyeleksi budaya asing yang sesuai dengan nilai-nilai Indonesia, agar sejalan dengan nilai-nilai kita

 

0 Response to "Strategi Indonesia Menghadapi Ancaman di Bidang Ideologi, Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya"