Metode Pembelajaran, Model Pembelajaran kreatif, cara belajar cepat, motivasi sukses, peluang usaha, tips bisnis, tips investasi, insurance, travelling, tutorial blogger, trik seo, teknik fotografi, Aneka seni kerajinan tangan, origami, resep masakan khas, tips kesehatan, obat alami, cara cantik alami.

Tentang Penggunaan Bahasa Baku, Bahasa Resmi Dan Tidak Resmi

Pengertian Bahasa Baku


Bahasa baku atau bahasa standar adalah bahasa yang memiliki nilai komunikatif yang tinggi, yang digunakan dalam kepentingan nasional, dalam situasi resmi atau dalam lingkungan resmi dan pergaulan sopan yang terikat oleh tulisan baku, ejaan baku, serta lafal baku (Junus dan Arifin Banasuru, 1996:62).

Fungsi Bahasa Baku

Selain berfungsi sebagai bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa resmi, bahasa baku mempunyai fungsi lain. Gravin dan Mathint (Chaer : 252) menjelaskan bahwa bahasa baku bersifat sosial politik, yaitu fungsi pemersatu, fungsi pemisah, fungsi harga diri, dan fungsi kerangka acuan.

Alwi, dkk. (1998:14-20) menjelaskan bahwa bahasa baku mendukung empat fungsi, tiga di antaranya bersifat pelambang atau simbolik, sedangkan yang satu lagi bersifat objektif. Fungsi – fungsi tersebut adalah (1) fungsi pemersatu, (2) fungsi pemberi kekhasan, (3) fungsi pembawa kewibawaan, dan (4) fungsi sebagai kerangka acuan.

pengertian dan definisi bahasa baku dan resmi

Syarat Pembakuan Bahasa

Ada beberapa hal yang perlu dipedomani untuk penetapan bahasa baku atau standar. Pedoman itu meliputi hal sebagai berikut.

  1. Dasar keserasian; bahasa yang digunakan dalam komunikasi resmi,baik tulis maupun lisan.
  2. Dasar keilmuan; bahasa yang digunakan dalam tulisan-tulisan ilmiah.
  3. Dasar kesastraan; bahasa yang digunakan dalam berbagai karya sastra.


Ciri struktur (unsur-unsur) bahasa Indonesia baku adalah sebagai berikut

  • Pemakaian awalan me- dan ber- (bila ada) secara eksplisit dan konsisten.
  • Pemakaian fungsi gramatikal (subyek, predikat, dan sebagainya secara eksplisit dan konsisten.
  • Pemakaian fungsi bahwa dan karena (bila ada) secara eksplisit dan konsisten (pemakaian kata penghubung secara tepat dan ajeg.
  • Pemakaian pola frase verbal aspek + agen + verba (bila ada) secara konsisten (penggunaan urutan kata yang tepat).
  • Pemakaian konstruksi sintesis (lawan analitis).
  • Pemakaian partikel kah, lah, dan pun secara konsisten.
  • Pemakaian preposisi yang tepat.
  • Pemakaian bentuk ulang yang tepat menurut fungsi dan tempatnya.
  • Pemakaian unsur-unsur leksikal berikut berbeda dari unsur-unsur yang menandai bahasa Indonesia baku.
  • Pemakaian ejaan resmi yang sedang berlaku (EYD).
  • Pemakaian peristilahan resmi. 


Contoh Bahasa Baku

Baku sebelah kiri, tidak baku sebelah kanan

  • daftar = daptar
  • definisi = difinisi 
  • ekuivalen = ekwivalen 
  • bus = bis 
  • cabai = cabe, cabay 
  • atlet = atlit 


Bahasa Resmi


Ragam bahasa resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana resmi atau formal, misalnya surat dinas, pidato dan makalah atau karya tulis.

Bahasa Tidak Resmi


Ragam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana tidak resmi, misalnya surat pribadi dan surat untuk keluarga atau yang berbentuk lisan, contohnya dalam percakapan sehari-hari.

Contoh Bahasa Resmi dan Tidak Resmi

Resmi: saya, merasakan, ayah, dimantapkan.
Tidak Resmi : gue, ngrasa, bokap, dimantapin.

Tentang Penggunaan Bahasa Baku, Bahasa Resmi Dan Tidak Resmi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Belajar Kreatif