Metode Pembelajaran, Model Pembelajaran kreatif, cara belajar cepat, motivasi sukses, peluang usaha, tips bisnis, tips investasi, insurance, travelling, tutorial blogger, trik seo, teknik fotografi, Aneka seni kerajinan tangan, origami, resep masakan khas, tips kesehatan, obat alami, cara cantik alami.

Inilah Modal Utama Menjadi Seorang Penulis

Belajar Menulis -  Menulis dalam arti yang sesungguhnya adalah menggoreskan alat tulis untuk menuliskan huruf dan angka. Menuliskan buah pikiran atau mengungkapkan perasaan adalah suatu keahlian (skill). Jadi, pada prinsipnya, setiap orang bisa melakukannya asalkan mau berlatih. Faktor bakat hanya menunjang 10-20 %, selebihnya kerja keras yaitu berlatih menulis dengan di dukung banyak membaca.

Gambar modal menjadi seorang penulis yang baik


Cara Menjadi Penulis

Cara untuk menjadi penulis modal utama yang di perlukan tidak sekedar pena, alat tik, komputer atau laptop. Tapi ada hal pertama dan utama yang harus di miliki terlebih dahulu adalah sebagai berikut;


  1. Penguasaan bahasa dan cara menulisnya. Yang di maksud dengan bahasa di sini adalah bahasa yang di pergunakan untuk menulis.
  2. Memiliki kosa kata yang memadai
  3. Memiliki wawasan dan pengetahuan dari objek yang di tulis.
  4. Kepekaan terhadap lingkungan sekitar untuk memahami segala yang ada.
  5. Adanya daya imajinasi untuk berkreasi (mencipta)
  6. Konsentrasi untuk menulis.
  7. Memang serius mau menulis
  8. Di siplin berlatih terus.
  9. Menyediakan Waktu Khusus Untuk Menulis

Kesembilan butir modal untuk menjadi menulis tersebut, bagi anak-anak merupakan paket materi yang belum mereka miliki sepenuhnya. Bahkan, bagi orang dewasapun demikian. Jadi siapapun bisa menjadi seorang penulis. Kuncinya adalah punya kemauan dan mau belajar. Lebih jelasnya silahkan baca Cara Belajar Menjadi Seorang Penulis Pemula

Kemampuan bahasa juga penting

Untuk menguasai suatu bahasa, memang merupakan proses panjang dan harus aktif berinteraksi melalui ruang-ruang atau kesempatan, antara lain sebagai berikut:


  • Internal (penggunaan bahasa di lingkungan rumah)
  • Eksternal (peggunaan bahasa di luar lingkungan rumah, melalui pergaulan atau sosialisai)
  • Pendidikan formal (penggunaan bahasa di lingkungan sekolah)
  • Ketiga ruang penggunaan bahasa tersebut merupakan jalur komunikasi untuk:
  • Memperkaya kosa kata
  • Mengasah keterampilan berkomunikasi
  • Mengenali lingkungan alam sekitar dan masyarakat (baik secara individu maupun kelompok)
  • Mengasah EQ (Emotional Quotient) atau kepekaan emosi sebagai manusia.
  • Belajar berinteraksi untuk bisa berpikir logis dan kritis.

Oleh karena itu merupakan tindakan yang keliru jika ada orang yang menyepelekan eksistensi dan manfaat bahasa .anggapan yang keliru itu membangun opini bahwa mereka yang mendapat tempat “di kelas bahasa” dianggap tidak sepandai mereka yang mendapat tempat di kelas ilmu pasti. Dampaknya, banyak orang tua yang merasa cemas, mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya yang tidak bisa menempuh pendidikan eksakta. Padahal untuk bisa menekuni eksakta seseorang harus lebih dahulu menguasai bahasa yang dijadikan media transformasi untuk memahami ilmu tersebut. Tanpa bahasa, sulit untuk memulai dan mengadakan sesuatu. Demikian pula dalam proses menulis yang tidak lain adalah mendokumentasikan bahasa lisan. Karena proses menulis memerlukan pemikiran dan didukung daya cipta maka bahasa tertulis lebih baik dibandingkan bahasa lisan. Jadi, jika anak-anak dibiasakan menulis sejak kecil, mereka akan mampu berbahasa lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan kegiatan menulis.

Mengajarkan bahasa untuk bicara (lisan) dan bahasa untuk menulis (tertulis) sangatlah berbeda. Bahasa lisan tidak perlu kebenaran ejaan (spelling), adanya tanda baca (punctuation mark) dann tata bahasa standar/baku (grammar). Sedangkan bahasa tertulis harus memenuhi kaidah tersebut. Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa mengajari anak menulis berarti juga mengajari mereka berbahasa dengan kaidah dan struktur yang benar. Dampaknya, secara perlahan, tetapi pasti, pengajaran ini membentuk anak mampu berpikir dan bertindak lebih terorganisasi dan efektif di bandingkan dengan teman-temannya yang tidak atau hanya sedikit di kenalkann pada hal tersebut.

Anak-anak juga orang dewasa, yang punya kemampuan berbahasa di atas standar, akan lebih mendapat tempat di masayarakat di bandingkan dengan mereka yang kurang mampu berbahasa.
Mereka cenderung komunikatif, yaitu apa yang mereka katakan bisa di pahami oleh lingkungannya. Olrh karena itu, membekali anak dengan melatih berbahasa yang baik sangat perlu, seperti halnya kita perlu memberii mereka makanan yang bergizi untuk petumbuhan dan perkembangan tubuhnya, serta mengajarkan agama dan etika untuk memperkukuh iman dan keteguhan moralnya.

Inilah Modal Utama Menjadi Seorang Penulis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Belajar Kreatif