Metode Pembelajaran, Model Pembelajaran kreatif, cara belajar cepat, motivasi sukses, peluang usaha, tips bisnis, tips investasi, insurance, travelling, tutorial blogger, trik seo, teknik fotografi, Aneka seni kerajinan tangan, origami, resep masakan khas, tips kesehatan, obat alami, cara cantik alami.

KENALI PENYEBAB ENURESIS (MENGOMPOL)

Anak adalah unik. Tidak semua anak di lahirkan seperti anak-anak pada umumnya sehingga dapat di pandang dan diterima oleh lingkungannya sebagai anak normal atau wajar. Banyak anak yang karena berbagai faktor penyebab akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi anak yang “berbeda”. Di katakan berbeda karena anak ini menunjukkan adanya penyimpangan perilaku di bandingkan dengan sebagian besar anak seusia dan berada dalam keadaan sama. Penyimpangan perilaku ada bermacam-macam. Salah satunya adalah kebiasaan buruk. Dan kebiasaan buruk ini juga meliputi banyak hal, diantaranya adalah mengisap jari, menggigit kuku, mengompol dan sebagainya.  Adanya perbedaan ini menyebabkan kebutuhan anak tersebut berbeda dengan kebutuhan anak-anak lain pada umumnya, termasuk pola didik atau pola asuhnya.

Terkadang sebagian orang tua mengeluhkan kelakuan anaknya yang masih terbiasa buang air sembarangan atau mengompol. Padahal si anak tadi bisa di bilang sudah bukan usia balita lagi sementara teman lain seusianya sudah tidak mengalaminya. Hal inilah yang akhirnya membuat orang tua merasa cemas dengan perilaku tersebut.  Selain merugikan diri sendiri, kebiasaan buruk ini juga mengganggu orang lain. Apalagi jika sampai teman-teman si anak tahu bahwa si A masih suka ngompol. Takutnya nanti si A, akan jadi bahan ejekan teman-temannya “De de pol, udah gede masih ngompol” jika tak segera di atasi.

Gambar orang ngompol saat tidur

Mengompol dalam istilah medis di sebut enuresis. Mengompol terbagi menjadi dua jenis, yaitu nokturna (mengompol yang terjadi di malam hari) dan diurnal (mengompol yang terjadi di siang hari). Mengompol lebih sering terjadii pada anak laki-laki dari pada anak perempuan. Apa yang menyebabkan anak-anak masih mengalami mangompol pada usia yang seharusnya sudah tidak mengompol lagi? Berikut ini merupakan bebarapa penyebab anak-anak memiliki kebiasaan mengompol.

1. Toilet Training yang terlalu dini

Terlalu cepat di latih untuk menggunakan toilet dengan memberikan perhatian terlalu banyak justru akan menyebabkan anak mengalami gangguan mengompol ini. Misalnya, seorang bayi usia 3-6 bulan sudah di latih untuk pipis teratur (dalam bahasa jawa di katakana ditatur/ditur) sesuai dengan keinginan orang tuanya justru dapat mengakibatkan gangguan ini muncul di kemudian hari. Di usahakan tidak memberikan toilet training terlalu dini kepada anak.

2. Mengabaikan Toilet Training

Sebaliknya, jika mengabaikan toilet training sama sekali juga akan memunculkan kebiasaan mengompol pada anak. Jika anak tidak di latih untuk buang air di kamar kecil karena kurangnya perhatian dan kepedulian orang tua, akan membuatnya terbiasa pipis sembarangan alias mengompol.
Yang terbaik di lakukan orang tua adalah mencoba mengamati waktu-waktu tertentu anak biasa buang air kecil. Kemudian melatih dengan membiasakan anak dengan mengingatkan anak untuk buang air (jika sudah bisa di ajak bicara)atau langsung mengajaknya ke kamar mandi dengan bahasa yang bukan paksaan, “ayo pipis sekarang, nanti ngompol!” melainkan kalimat ajakan yang lembut kepada anak, “adik pipis dulu, ya … dst..” orang tua yang memaksa anaknya untuk buang air, akan berbeda dengan orang tua yang mengingatkan anaknya untuk buang air.

3. Gangguan Emosional

Gangguan emosional yang muncul di rumah atau di sekolah sehingga membuat anak merasa tidak nyaman dan mengalami ketegangan yang tinggi dapat memicu anak mengalami mengompol. Misalnya seorang anak yang di hukum gurunya berdiri di depan kelas karena tidak mengerjakan PR. Anak tersebut mengalami rasa teramat malu, takut dan tegang. Semua bercampur menjadi satu. Setelah berdiri kira-kira 10 menit, ia tidak bisa mengontrol dirinya. Tanpa dapat di cegah ia mengompol di depan kelas. Betapa dampak ketegangan sangat mempengaruhi anak dan dapat memunculkan kebiasaan mengompol.

4. Faktor organik dalam tubuh

Faktor ini berkaitan dengan organ tubuh anak, terutama saluran kencingnya. Ada beberapa anak yang memiliki kandung kemih yang mudah sekali terangsang sehingga sering kali terjadi anak ini sebentar-sebentar buang air dalam jarak waktu yang berdekatan.

Beberapa penyebab mengompol sudah di ketahui, lalu apa tindkan yang harus di lakukan untuk menanganinya? Berikut beberapa hal penanganan yang bisa di lakukan;

  • Tidak terlalu dini mengenalkan toilet training dan tidak mengabikannya.
  • Tidak menghukum atau memarahi anak yang mengompol, tetapi mengajaknya bicara dan berilah penjelasan bahwa mengompol bukanlah suatu penyakit. Melainkan kebiasaan anak kecil yang dapat di perbaiki jika mau berusaha.
  • Mengurangi minum pada sore atau malam hari dan mengingatkan anak untuk buang air sebelum tidur.
  • Mengontrol kencing anak dengan lebih baik. Untuk anak yang sebentar-sebentar buang air dapat di coba dengan di latih menahan secara bertahap. Yang semula buang air dalam jrak waktu 5 menit, ajarkan untuk menahan 2 menit lagi dan meningkatkan jarak waktunya dengan terus berlatih.
  • Jika kebiasaan mengompol masih berlanjut, anak dapat di konsultasikan kepad dokter ahli urology.

Buat anda, para orang tua tak perlu cemas. Tips di atas bisa di coba, kenali dulu penyebab anak mengompol baru cari solusinya. Jangan dulu megecap atau membuat label (labelling) pada anak sebagai tukang ngompol. Selamat mencoba.

KENALI PENYEBAB ENURESIS (MENGOMPOL) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Belajar Kreatif