Metode Pembelajaran, Model Pembelajaran kreatif, cara belajar cepat, motivasi sukses, peluang usaha, tips bisnis, tips investasi, insurance, travelling, tutorial blogger, trik seo, teknik fotografi, Aneka seni kerajinan tangan, origami, resep masakan khas, tips kesehatan, obat alami, cara cantik alami.

INI BAHASA GAUL ATAU UCUL ALIAS NGLANTUR?

Melihat judul posting ini, mungkin sobat sedikit penasaran dan mulai bertanya dalam hati. Apasih yang mau dibahas? Ok silahkan dilanjutkan saja bacanya sob.

Ini bahasa gaul atau ucul alias nglantur? Zaman yang serba canggih, menuntut semua untuk serba cepat. Apapun dan bagaimanapun segala aktivitas dan kegiatan manusia tidak terlepas dari yang namanya tekhnologi. Kita ambil contoh kecil hp (handphone). Tekhnologi yang satu ini tentunya sangat berguna untuk memudahkan kegiatan manusia di bidang komunikasi. Walaupun saat ini muncul berbagai macam tekhnologi baru yang lebih canggih dan lebih pintar seperti android dan blackberry misalnya.

Gambar komunikasi dengan penggunaan bahasa gaul

Berbagai aplikasi  yang tersedia beragam, salah satunya adalah pesan singkat yang kita kenal dengan sebutan SMS(short massage). Kemudahan dan kelancaran komunikasipun menjadi lebih efektif berkat layanan ini. Namun tak hanya itu, dari layanan ini juga muncul persoalan kecil bahkan dianggap sepele tapi sebenarnya merupakan hal penting yang tidak bisa di sepelekan begitu saja. Apa itu?

Sering kita jumpai, bahkan kita sendiri sering malakukan. Dengan alasan hemat waktu, hemat tempat, hemat gratisan, juga karena buru-buru, pesan yang kita kirimkan sering kali berupa singkatan-singkatan atau penghilangan huruf vokal, ada juga yang mengganti kata tertentu dengan huruf yang dianggap memiliki kesamaan bunyi ataupun kesamaan arti. Seperti kata “belum” menjadi “ blm”, kata “ aku” menjadi “ q” dan masih banyak kata lain yang sering di gunakan sehari-hari.

Tak bisa di pungkiri, penyingkatan, penghilangan, maupun penggantian tersebut banyak memberikan kemudahan bagi penggunanya, seperti yang sudah di sebutkan tadi misalnya hemat waktu karena buru-buru, hemat tempat untuk mempersempit karakter dan sebagainya. Alasan tadi bisa kita terima dan kita anggap lumrah atau hal yang sudah biasa. Walaupun kita tahu bahwa hal tadi tidak sesuai dengan kaidah EYD(Ejaan yang di sempurnakan) dalam bahasa indonesia.

Tak hanya itu, penyingkatan yang kurang tepat akan menimbulkan penafsiran ganda(makna ambigu) bagi penerima pesan, atau bahkan menimbulkan salah penafsiran. Sehingga memicu terjadinya miss communication. Pengirim pesan bermaksud A, sedang penerima pesan menangkap dan mengartikan pesan tersebut sebagai B. Masalah menyalahi EYD, pernah saya diskusikan dengan seorang guru bahasa indonesia. Dan beliau tidak melarang penggunaan singkatan tersebut dengan alasan SMS tidak termasuk surat formal sehingga penggunaan bahasanyapun tidak perlu formal. Dengan kata lain beliau membolehkan penggunaan singkatan pada SMS seperti pada penulisan memo. Sayapun menurut saja dengan jawaban yang saya dapatkan. Dengan catatan pesan tadi adalah kata-kata biasa yang sering di gunakan sehari-harinya. Alasan lain penggunaan singkatan dianggap sebagai bahasa gaul dan lebih simple dan cepat penulisannya. Tapi bagaimana dengan yang satu ini.

Pernakah juga anda menerima atau bahkan mengirim pesan demikian; askum?
Hampir semuanya pernah. Dan parahnya hal itu sudah menjamur bahkan mengakar menjadi budaya di masyarakat kita yang tidak kita sadari kapan lahirnya. Kita tahu bahwa yang di maksud askum adalah lafaz salam yaitu Assalamu’alaikum, dan kita juga tahu bahwa lafaz assalamualaikum adalah lafaz doa yang artinya semoga selamat atas kamu. Bila sekarang lafaz ” assalamualaikum” menjadi “askum”, lalu  artinya apa? Masihkah berarti sama, saya rasa tidak. Perbedaan titik pada satu lafaz  saja dalam bahasa arab dapat menyebabkan perbedaan arti, apalagi mengubah susunan katanya.

Masih tentang salam, beberapa hari yang lalu saya menerima pesan dari seorang teman. Pesan tersebut bertuliskan “Ass?”, sebelum sempat membalas saya diam sejenak mencari maksud yang tersurat dalam pesan tersebut. Hingga saya berpikir bahwa pesan tadi mungkin berisi salam. Tapi saya masih diam, dan belum mengetikkan satu hurufpun di layar hp yang saya pegang. Setelah beberapa lama, akhirnya balasanpun saya kirim “wa’alaikumsalam”. Dan setelah itu, percakapan berlanjut seperti biasa. Dari sini saya tahu dan berfikir, o begini  to gaya baru salamnya muda-mudi yang katanya gaul itu. Gaul kok semakin ucul (Jawa, Artinya lepas/nglantur/tidak pada tempatnya). Sekali saya masih berkenan untuk membalas, tapi selanjutnya saya ogah dan buru-buru menghapus pesan tadi dari inbox. Jujur, ada perasaan kecewa setelah menerima pesan tadi, selain karena penulisannya yang mengubah syariat jadi seset juga karena pengirimnya bukan orang awam, melainkan orang berpendidikan alias mahasiswa disalah satu kampus islam negeri ternama di Semarang. Sangat di sayangkan.

Boleh menggunakan singkatan, siapa yang tidak membolehkan. Tapi mbok ya o, seyogyanya kita bisa membedakan mana kata yang bisa disingkat dan mana kata yang sebaiknya tidak perlu disingkat seperti lafaz salam tadi. Toh, satu lafaz assalamualaikum  juga tidak memenuhi satu karakter, kalaupun toh memenuhi satu karakter, tak sampai menghabiskan  sms gratisan, bukan?.

Tak hanya tresno yang jalaran soko kulino. Doso iso ugo jalaran soko kulino. Jadi biasakan dirimu dengan kebiasaan yang baik, sebab kebiasan buruk tak perlu dibiasakan. Sekali dua kali melakukan lama-lama dengan sendirinya menjadi kebiasaan. Buat kamu yang ngaku gaul, gaullah dengan lumrah(wajar). Jangan kotori kata gaul dengan hal-hal yang kurang nggenah(enak). [KB/Hida Koma]

INI BAHASA GAUL ATAU UCUL ALIAS NGLANTUR? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Belajar Kreatif