Metode Pembelajaran, Model Pembelajaran kreatif, cara belajar cepat, motivasi sukses, peluang usaha, tips bisnis, tips investasi, insurance, travelling, tutorial blogger, trik seo, teknik fotografi, Aneka seni kerajinan tangan, origami, resep masakan khas, tips kesehatan, obat alami, cara cantik alami.

Tentang Fingerprint Dan Manfaatnya Untuk Pendidikan

Disiplin, sebuah kata yang agaknya sulit untuk di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali bagi mereka yang berstatus pegawai. Guru misalnya. Sekarang ini jarang bahkan sulit kita mencari dan menemukan guru yang benar-benar disiplin. Disiplin waktu, disiplin baju (seragam), juga disiplin hadir. Hadir bukan sekedar datang ke tempat tugas, tapi hadir untuk menjalankan tugasnya yaitu mengajar. Guru yang disiplin waktu, ia akan berusaha sebisa mungkin datang tepat waktu. Sehingga ketika ada bel masuk berbunyi dan  KBM (Kegiatan belajar Mengajar) dimulai, guru telah siap sedia dengan materi yang akan diajarkan.

Gambar fingerprint_mesin absensi sidik jari dengan sistem digital

Berbeda dengan mereka, guru yang kurang disiplin, datang ke tempat mengajar agak terlambat. Dan kalaupun tidak terlambat, ada yang sengaja memperlambat atau mengulur  waktu untuk memulai KBM sehingga waktu KBM menjadi singkat, satu jam pelajaran hanya efektif beberapa  menit saja. Dengan berbincang-bincang bersama teman sejawat alias guru lainnya, atau  membolak-balik halaman kertas berpura-pura mengerjakan sesuatu. Ada juga yang belum mempersiapkan materi yang akan di ajarkan, sehingga mereka kelabakan mencari buku pelajaran dan baru mempelajarinya. Hal-hal demikian ini akan mengurangi waktu KBM siswa serta mengurangi jatah materi yang  telah di targetkan, seharusnya sudah sampai pada tema B tapi karena tema A belum selesai maka waktunya tersita untuk merampungkan tema A. Satu hal kecil dari ketidakdisiplinan waktu berakibat besar dan membawa dampak buruk bagi semua.

Jika anda seorang siswa, amatilah berapa kali guru anda absen dalam seminggu? Jika kalian tahu, apa alasan ketidakhadirannya? Apakah ada guru penggantinya? Apakah beliau meninggalkan tugas? Dan jika anda seorang guru, tengoklah kembali, ingat-ingat berapa kali anda absen dalam seminggu atau sebulannya? Sehari, dua hari, atau tiga hari? Apa alasan ketidakhadiran anda? Sakit, atau sibuk? Apakah anda menitipkan tugas pada guru yang menggantikan ketidakhadiran anda?
Jawabannya beragam.

Ada yang full seminggu bahkan sebulan tanpa absen, alhamdulillah. Ada yang  absen sebab ada tugas untuk perjalanan dinas, untuk yang ini bisa di mafhum sebab masih ada kepentingannya dengan urusan sekolah. Yang tidak  bisa di mafhum, adalah yang absen berkali-kali juga berhari-hari dengan alasan diluar kepentingan sekolah. Kita ambil contoh kecil sakit misalnya. Alasan sakit bisa diterima selama memang benar-benar sakit dan apabila dipaksakan untuk mengajar akan mendatangkan madhorot baginya. Itu bisa dimafhum, sehari, dua hari, tiga hari bolehlah. Masa sakit mau dipaksa mengajar, kan tidak. Tapi bagaimana bila paginya ijin berhalangan sebab sakit, tapi sorenya atau siangnya barangkali, ketahuan melakukan bepergian kesuatu tempat bukan kerumah sakit ataupun kedokter melainkan menyelesaikan urusan diluar kepentingan sekolah semisal pengajuan proposal pembangunan musholla dan lain sebagainya. Sekali, dua kali masih bisa di mafhum, tapi jika dilakukan berkali-kali dan senggang waktunyapun beriringan dengan alasan yang tidak jauh beda, apa masih ada kata mafhum baginya?

Itu baru alasan ketidakhadirannya. Mengenai tugas yang akan diberikan selama ijin ketidakhadiran, ada yang sudah mempersiapkannya, ada juga yang tidak sama sekali dengan alasan buru-buru atau urusan  mendadak. Ada juga yang menyerahkan langsung kepada guru pengganti, terserah mau di kasih tugas atau melanjutkan materi. Yang penting sudah titip, begitu tuturnya.

 Okelah, guru juga manusia yang tak hanya berurusan di sekolah. Ini jelas. Tapi setidaknya anda bisa membedakan dan membagi waktu antara urusan sekolah dan urusannya diluar kepentingan sekolah. Saya rasa bapak ibu sekalian sudah faham betul dengan hal ini. Dan semoga dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah yaitu fingerprint dapat mengurangi presentasi absen guru serta bisa meningkatkan kinerja guru sebagai pendidik.

Fingerprint adalah mesin absensi dengan sistem sidik jari. Jadi dengan mesin ini kehadiran tidak lagi dapat dimanipulasi atau dipalsukan.

Baru-baru ini pemerintah telah menerapkan kebijakan fingerprint untuk kantor/instansi pemerintahan, begitu juga di sekolah-sekolah. Penerapan sistem absensi fingerprint dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat kedisiplinan pegawai dan guru.

Kedepan, Semoga dengan Presiden baru dan Menteri baru, Pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang lebih bagus guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia.

Tentang Fingerprint Dan Manfaatnya Untuk Pendidikan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Belajar Kreatif