Metode Pembelajaran, Model Pembelajaran kreatif, cara belajar cepat, motivasi sukses, peluang usaha, tips bisnis, tips investasi, insurance, travelling, tutorial blogger, trik seo, teknik fotografi, Aneka seni kerajinan tangan, origami, resep masakan khas, tips kesehatan, obat alami, cara cantik alami.

Belajar Membuat Pantun, Pengertian dan Fungsi

Siapa yang tak mengenal pantun, Mulai dari anak-anak, remaja, orang tua atau dewasa semua mengenal pantun. Judul belajar membuat pantun ini kami sengaja buat untuk mengajak sobat kreatif kembali mengenal pantun lebih dalam dan mengetahui fungsi pantun serta macam-macamnya.

Pantun sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Berbagai daerah menamakan pantun dengan sebutan nama yang berbeda-beda. Jika dilihat dari bahasanya, Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa , atau orang batak membacanya “Uppasa”. Dari sini membuktikan bahwa pantun merupakan jenis puisi lama yang sangat dikenal oleh masyarakat di Nusantara ini.

Pada awalnya pantun merupakan jenis sastra lisan dan berkembang di masyarakat lalu sekarang banyak dijumpai dalam bentuk karya tulisan. Dalam pembuatannya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a).

Belajar cara membuat pantun

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun "versi pendek" (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah "versi panjang" (enam baris atau lebih).

Pantun memiliki banyak fungsi dan arti. Selain sebagai  kata-kata hiburan, pantun juga berfungsi sebagai salah satu sarana untuk memberikan pesan-pesan moral dan nasehat kepada masyarakat.

Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Sedangkan secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata. Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan kepada orang banyak. Dengan bahasa yang sederhana pantun ini lebih mudah diingat dan dipahami oleh semua orang.

Macam-macam pantun sangat banyak sekali. Seiring berkembangnya waktu pantun bergerak dan membuat jenis-jenis yang berbeda-beda. Diantara jenis-jenis pantun yang dikenal luas yaitu : Pantun Jenaka, Pantun Agama, Pantun Adat, Pantun Budi, Pantun Cinta, Pantun Kasmaran, Pantun Sotoy, Pantun Bijak, Pantun Jail, Pantun Gokil, Pantun Pertemanan, Pantun Nasehat, Pantun Narsis, Pantun Ucapan Selamat dan sebaginya.

Contoh – Contoh Pantun


Untuk melihat contoh pantun secara lengkap sobat bisa membaca dalam tautan dibawah ini.

Kumpulan pantun Terbaru

Dengan macam dan jenis pantun diatas, semoga sobat lebih memahami dan mengenal pantun di Indonesia. Selamat membaca dan semoga sobat menyukainya.
Belajar Membuat Pantun, Pengertian dan Fungsi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Belajar Kreatif