Metode Pembelajaran, Model Pembelajaran kreatif, cara belajar cepat, motivasi sukses, peluang usaha, tips bisnis, tips investasi, insurance, travelling, tutorial blogger, trik seo, teknik fotografi, Aneka seni kerajinan tangan, origami, resep masakan khas, tips kesehatan, obat alami, cara cantik alami.

Belajar Dari Cara Berpikir Jenius Albert Einstein dan Thomas Alpha

Albert Einstein?, Siapa yang tak kenal dengan dia. Nama Albert Einstein tengah menggoncang dunia mulai abad 20 hingga sekarang. Beliau adalah ilmuwan terbesar di abad 20. Salah satu penemuan menakjubkannya dan banyak dikagumi adalah teori relativitas. Rumus terkenal yang berhasil dia temukan adalah E = mC2.

Albert Einstein dulunya adalah manusia biasa seperti kita yang banyak mengalami kegagalan. Beberapa kali bahkan ratusan kali beliau mengalami kesalahan dalam penemuannya saat masih dalam tahap belajar.

Ketahuilah seiring perjalanan hidupnya manusia akan terus mengalami proses belajar, malakukan kesalahan dalam proses belajar adalah suatu yang wajar.

belajar cara berpikir jenius

Dalam kesempatan ini belajar kreatif akan ajak sobat untuk mengetahui dan belajar cara berpikir jenius Albert Einstein dan Thomas Alpha Edison yang sedikit berbeda dari  cara berpikir kebanyakan orang dalam memahami serta memecahkan suatu persoalan.

Setidaknya ada 5 prinsip dasar dalam berpikir jenius memecahkan suatu persoalan yang dipakai oleh beliau berdua. Apa sajakah itu mari kita simak.

1. Melihat persoalan dari berbagai cara


Mungkin kata kata ini cocok untuk menggambarkan cara berpikir dua rang ini. “Banyak Jalan Menuju Roma”.  pelajaran yang dapat kita ambil yaitu, aka nada banyak cara yang dapat kita ambil untuk memecahkan soal-soal. Jika cara yang diajarkan dirasa sulit dipahami dan kurang bikin kita semangat.

Cobalah menggunakan cara-cara cerdas baru untuk mengerjakannya. Contoh saja, untuk menyelesaikan soal persamaan kuadrat kalian tidak perlu selalu menggunakan cara subtitusi, coba gunakan cara eliminasi. Terkadang cara lain akan lebih praktis dan efesien.

Biasanya kita sering menilai masalah pertamakali didasari dengan prasangka. Padahal seringkali, masalah itu sebenarnya dapat disusun ulang menjadi suatu masalah yang baru.

2. Pergunakan visualisasi dan metafora


Maksud dari poin ini yaitu, kita bisa mengimajinasikan setiap soal ke dalam gambar atau pengalaman yang mungkin pernah kalian alami. Sebagai contoh, untuk mengukur berapa lama perjalanan dari Jakarta ke Bandung dengan kecepatan tertentu kalian menghabiskan bensin 4 liter. Maka dari sini kamu dapat memperkirakan berapa jarak yang mungkin tercapai jika bensin di mobil yang digunakan hanya tinggal ½ liter.

Kemampuanmu untuk memvisualisasikan atau menggambarkan suatu persoalan adalah salah satu ukuran kejeniusanmu. Ini karena dengan demikian berarti kalian mampu menerjemahkan hal-hal yang sulit ke dalam bentuk yang lebih sederhana.

Bahkan Aristoteles menganggap kemampuan membuat sebuah metafora sebagai kemampuan yang menentukan kejeniusan seorang anak.

3. Jangan pernah berhenti


Jika kamu sedan dalam kesulitan mengerjakan soal, jangan pernah berhenti mengerjakannya dan meninggalkan soal tersebut. Tenangkan pikiranmu dan bangkitlah. Katakana pada dirimu, “Apa yang telah saya lakukan?”, tidak perlu buang-buang waktu meratapi kegagalan. Gunakan waktu yang ada seefisien mungkin untuk bangkit dari kegagalan, karena kalian memang tidak gagal, kalian hanya sedang tahap belajar. Ini adalah tahap awal proses kreatifmu untuk jadi lebih produktif. Jangan pernah berhenti berusaha, lihat kembali, analisis dan evaluasi apa yang pernah kalian lakukan. Coba cari dimana letak kesalahan dengan mengurukan kembali tahap pengerjaannya. Bisa jadi mungkin hanya salah dalam menjumlahkannya saja.

4. Buatlah kombinasi-kombinasi baru


Coba gabungkan beberapa ide baru, bayangkan dalam pikiran kalian dalam beberapa kombinasi yang berbeda, tanpa peduli apakah itu aneh atau tidak. Apa kalian tahu bagaimana ilmu genetika itu muncul? Menurut sejarah, hokum-hukum turunan yang menjadi dasar ilmu genetika modern berasal dari pendeta Austria, Gregor Mendel. Ia mengkombinasikan Matematika dan biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru.

5. Menghubungkan antara satu hal dengan hal lain yang berbeda.

Kita tentu masih ingat apa yang dilakukan Da Vinci ketika menemukan hubungan antara suara bel dan sebuah batu yang jatuh kedalam air. Hal ini memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan bahwa suara dapat mengalir melalui gelombang-gelombang. Begitu juga yang dilakukan Samuel Morse. Ia menciptakan stasiun – stasiun penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk kuda-kuda.

Sebenarnya segala sesuatu yang berlawanan pun dapat memiliki hubungan yang special. Contoh; lawan dari baik adalah jelek, lawan dari siang adalah malam. Walau berbeda antara keduannya memiliki hubungan yang unik dan special dan berpasangan. Walau kadang pasangannya adalah suatu yang berlawanan.

Seorang ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika kalian memegang dua hal yang bertentangan secara bersamaan kemudian menyingkirkan pikiranmu, maka akalmu akan bergerak menuju tingkatan yang baru. Kemampuan Bohr untuk membayangkan secara bersamaan mengenai suau partikel dan suatu gelombang, mengarah pada konsepsinya tentang prinsip saling melengkapi. Menyingkirkan pikiran (logis), memungkinkan akal kita untuk menciptakan suatu hal yang baru.

Semoga sedikit uraian diatas tentang cara berpikir jenius mengikuti Albert Einstein dan Thomas Alpha Edison diatas dapat memberikan pemahaman dan bermanfaat bagi sobat sekalian. Selamat membaca dan mari berpikir jenius.
Belajar Dari Cara Berpikir Jenius Albert Einstein dan Thomas Alpha Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Belajar Kreatif