Metode Pembelajaran, Model Pembelajaran kreatif, cara belajar cepat, motivasi sukses, peluang usaha, tips bisnis, tips investasi, insurance, travelling, tutorial blogger, trik seo, teknik fotografi, Aneka seni kerajinan tangan, origami, resep masakan khas, tips kesehatan, obat alami, cara cantik alami.

4 Peran Orang Tua Membentuk Prestasi Anak

4 Peran orang tua membentuk prestasi anak - Memiliki anak yang pandai cerdas dan berprestasi pasti menjadi dambaan setiap orang tua. Sebagai orang tua tentu akanmengupayakan dan mendorong agar anaknya menjadi anak yang berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik. Selain peran guru di sekolah, peran orang tua dalam menjadikan anak berprestasi sangatlah vital. Setidaknya ada 4 peran orang tua membentuk prestasi anak baik di sekolah ataupun di ekstra kurikuler.

Namun yang dapat kita sayangkan bahwa tidak semua anak memiliki ambisi yang besar untuk meraih prestasi. Kita sering melihat beberapa orang tua sering memacu anak-anaknya agar lebih berprestasi dengan member target-target tertentu misalnya ‘harus selalu menjadi rangking 1 di sekolah, pokoknya kamu harus menjadi yang terbaik, kamu harus berhasil masuk sekolah favorit, pokonya kamu harus menjadi pemenang dalam lomba ini dan lainya.’

Pemberian target seperti itu kepada anak memang baik dan bermanfaat, bisa memacu anak untuk berprestasi. Namun jika itu dilakukan secara berlebihan justru bias membuat anak menjadi tertekan. Ujungnya akibat dari penekanan yang berlebihan itu anak menjadi tertekan dan mogok belajar. Anak justru tidak bias melakukan apa-apa. Ahirnya orang tua menjadi kecewa, sementara si anak juga stress. Lalau, apa yang sebaiknya dilakukan orang tua agar anaknya menjadi anak yang berprestasi. Apa tugas dan batasan orang tua dalam hal ini? Berikut ini belajar kreatif bagikan 4 peran orang tua dalam membentuk prstasi anak baik di sekolah maupun ekstra kurkuler.

4 Peran orang tua dalam membentuk prestasi anak agar menjadi juara


1. Melihat potensi, minat, dan bakat anak

Sebelum menentukan target ke anak. Seharusnya orang tua melihat dulu potensi dan bakat anak. Pertama yang harus dilakukan orang tua adalah melihat potensinya dan mencari tahu sebatas apa kemampuan yang dimiliki si anak.

Setidaknya ada dua hal yang mutlak harus dilakukan orang tua yaitu;

Jika kemampuan anak hanya rata-rata, tidak boleh dipaksa untuk meraih prestasi sampai diatas rata-rata. Demikian pula untuk anak yang dibawah rata-rata, tak boleh melebihi batas itu.

Namun ini bukan berarti bahwa kemampuan anak tidak boleh dikembangkan. Intinya tetap selalu berusaha agar anak mampu berkembang dan menjadi lebih berprestasi, namun jangan memasang target yang berlebihan yang sulit sekali dijangkau dengan kemampuan yang dimiliki si anak.

Liht potensi anak, misalnya anak berbakat dalam bidang olahraga, maka maksimalkan bakat itu tanpa mengesampingkan materi-materi penting lainya.

2. Mengarahkan dan membimbing

Setelah mengetahui bakat dan potensi anak, maka orang tua harus mengarahkan atau membimbing anak-anaknya untuk melakukan kegiatan yang diminati. Dalam hal ini harus disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan anak.

Selalu berikan motivasi untuk menguatkan mental dan semangat anak. Jangan biarkan anak merasa minder dengan keadaan. Setiap anak terlahir ke dunia ini pasti memiliki bakat tidak ad yang tidak, walau itu hanya tentang beberapa hal atau bahkan hanya satu dan itu tersembunyi.  So, bagaimana bias bakat itu tereksplorasi kalau dia tidak percaya diri dan tidak berani mengeluarkan bakat itu. Yang terpenting bagi anak adalah melakukan segala sesuatunya dengan nyaman dan tenang tanpa ada tekanan atau intimidasi dari siapapun.

3. Memfasilitasi dan mendukung


Langkah memfasilitasi ini bias berupa apa saja, tidak melulu berbentuk barang atau materi. Misalnya member kesempatan anak untuk mengembangkan bakatnya, adanya dukungan, kepercayaan dan member izin juga bias dikatakan bentuk pemberian fasilitas kepada anak. Selalu berikan peluang dan kebebasan anak untuk berkembang dan kreatif.

4. Tentukan bersama tanpa paksaan


Maksud dari tentukan bersama tanpa paksaan ini yaitu target yang hendak dipasang atau dijalankan hendaknya ditentukan bersama oleh orang tua dan anak. Jangan sampai ada yang merasa paling berhak menentukan target atau standart itu, anaklah yang akan menjalani maka dia harus dilibatkan dalam penentuan target.

Dengan begitu ada hal positif dari dampak melibatkan anak dalam menentukan target. Antara lain, anak bias menentukan sendiri batas maksimal yang mampu dia raih. Anak juga merasa dihargai keberadaanya. Ini merupakan hal yang baik bagi anak maupun orang tua dalam menentukan prestasi anak.

Ingat ; Perhatian dari orang tua, termasuk didalamnya member target penting dilakukan. Tapi seperti yang dipaparkan di atas, untuk memberikan target itu ada aturan yang harus dipatuhi.
4 Peran Orang Tua Membentuk Prestasi Anak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Belajar Kreatif