Metode Pembelajaran, Model Pembelajaran kreatif, cara belajar cepat, motivasi sukses, peluang usaha, tips bisnis, tips investasi, insurance, travelling, tutorial blogger, trik seo, teknik fotografi, Aneka seni kerajinan tangan, origami, resep masakan khas, tips kesehatan, obat alami, cara cantik alami.

Mengenal Apa Itu Penyakit Obsesif-Kompulsif

Penyakit obsesif-kompulsif merupakan penyakit yang sering terjadi pada diri seseorang, namun terkadang penderita penyakit ini tidak menyadarinya. Penyakit obsesif-kompulsif berhubungan dengan sikap dan perilaku dalam diri seseorang.

Gambar kartun Penyakit Obsesif-Kompulsif


Definisi penyakit obsesif-kompulsif

Penyakit obsesif-kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi.
Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aeh atau menakutkan.

Obsesi adalah fokus yang terarah penuh. Ketika mental pikiran itu terwujud dalam tindakan, kita menyebutnya dorongan. Jika Anda keranjingan main play station sampai tidak bisa terhenti, berarti Anda sedang obsesif terhadap permainan itu.

Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan suatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi.

Penyakit obsesif-kompulsif berbeda dengan kelainan kepribadian obsesif-kompulsif. Penyakit ini terjadi pada 2,3% orang dewasa.

Penyebab penyakit obsesif-kompulsif secara pasti tidak diketahui, namun sedikt banyak penyakit ini disebabkan karena adanya tekanan bathin yang memaksanya untuk selalu berhati-hati dalam melakukan sesuatu secara berlebihan. Rasa tidak nyaman dalam dirinya dan kurang yakin dengan apa yang dilakukanya.

Gejala obsesif-kompulsif

Obsesi yang umum bisa berupa kegelisahan mengenai pencemaran, keraguan, kehilangan dan penyerangan. Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang dengan maksud tertentu dan disengaja. Ritual dilakukan utuk mengendalikan suatu obsesi dan bisa berupa:
  • Mencuci atau membersihkan supaya terbebas dari pencemaran
  • Memeriksa untuk menghilangkan keraguan
  • Menimbun untuk mencegah kehilangan
  • Menghindari orang yang mungkin menjadi obyek penyerangan.
Sebagian besar ritual bisa dilihat langsung, seperti mencuci tangan berulang-ulang atau memeriksa pintu berulang-ulang untuk memastikan bahwa pintu sudah dikunci.

Sebagian besar penderita menyadari bahwa obsesinya tidak mencerminkan resiko yang nyata. Mereka menyadarkan bahwa perilaku fisik dan mentalnya terlalu berlebihan bahkan cenderung aneh. Penyakit obsesif-kompulsif berbeda dengan penyakit psikosa, karena pada psikosa penderitanya kehilangan kontak dengan kenyataan.

Sekitar sepertiga penderita mengalami depresi ketika penyakitnya terdiagnosa.

Diagnosa


Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan penuturan penderita mengenai perilakunya. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menyingkirkan penyebab fisik dan penilaian psikis dilakukan untuk menyingkirkan kelainan jiwa lainya.

Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan wawancara berdasarkan skala obsesif-kompulsif yale-brown.

Penyakit obsesif-kompulsif yaitu penyakit ragu-ragu

Kebanyakan orang pasti pernah merasa tidak yakin terhadap apa yang telah dilakukanya, karena itu bukanlah menjadi suatu yang janggal jika tiba-tiba kita misalnya, merasa tidak yakin apakah sudah mengunci pintu depan sehingga kita kembali memeriksanya.

Tingkah laku yang nampaknya biasa bisa menjadi masalah jika seseorang merasa tidak yakin dan bolak-balik mekukan pekerjaan yang sama sampai belasan kali. Mereka tidak kuasa menahanya karena tingkah laku mereka bukan berdasarkan logika. Melainkan karena kecemasan yang tidak lazim.

Gangguan obsesif-kompulsif bisa muncul dalam bentuk ringan dan juga berat. dikatakan ringan apabila perilaku kompulsifnya hanya muncul saat mengalami stress atau situasi tertentu. Dan dikatakan berat kalau kelakuan yang sama berlangsung selama lebih dari satu jam setiap harinya.mengganggu rutinitas sehari-hari, atau mengganggu hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Penderita biasanya menyadari bahwa yang dilakukanya tak masuk akal, tetapi pada sisi lain mereka takut bahwa yang ada dalam fikiranya adalah suatu kebenaran.

Bentuk gangguan yang sering terjadi
  • Membersihkan atau mencuci tangan
  • Memeriksa atau mengecek
  • Menyusun
  • Mengoleksi atau menimbun barang
  • Menghitung atau mengulang pikiran yang selalu muncul (obsesif)
  • Takut terkontaminasi penyakit/kuman
  • Takut membahayakan orang lain
  • Takut salah
  • Takut dianggap tidak sopan
  • Perlu ketepatan atau simetri
  • Bingung atau keraguan yang berlebihan.
Pengobatan

Pengobatan dapat dilakukan dengan terapi. Terapi pemaparan merupakan sejenis terapi perilaku yang bisa membantu mengatasi penyakit ini. penderita dihadapkan pada situasi atau orang yang memicu timbulnya obsesi, ritual maupun tidak nyaman.

Obat-obatan yang efektif untuk mengatasi penyakit obsesif-kompulsif adalah klomipramin, fluoksetin dan fluvoksamin.

Psikoterapi dilakukan agar penderita lebih memahami pertentangan batin yang mungkin melatar belakangi terjadinya penyakit ini. biasanya kombinasi dari psikoterapi dan obat-obatan merupakan pengobatan yang terbaik bagi penderita penyakit obsesif-kompulsif.
Mengenal Apa Itu Penyakit Obsesif-Kompulsif Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Belajar Kreatif