Cara Memaksimalkan Kecerdasan Anak Di Usia Emas

cara memaksimalkan kecerdasan anak di usia emas
Cara memaksimalkan kecerdasan anak di usia emas – Masa remaja merupakan usia emas bagi perkembangan kecerdasan manusia. Itulah mengapa di usia muda kita harus benar-benar menggunakan kesempatan itu untuk serius dan fokus dalam belajar untuk memaksimalkan kecerdasan anak.  Banyak pakar menyebut usia muda sebagai usia emas (golden age), fase yang penting bagi pengembangan kecerdasan, karakter dan kepribadian anak. Itu sebabnya, perlu mendapatkan perhatian khusus orang tua. Beberapa penelitian membuktikan, di rentang usia ini kemampuan balita dalam menyerap informasi mencapai tingkat tertinggi, yaitu 80 persen.

Pendidikan sangat menentukan kecerdasan, kepribadian, dan karakter anak di masa depan. Karena itu, tergantung kita sebagai orang tua untuk mendidik anak dengan cara apa. Nah, berikut ini belajar kreatif ada sedikit cara memaksimalkan kecerdasan anak di usia emas.

1. Rangsangan spiritual

Bekali anak sejak dini dengan pendidikan agama, ini agar anak punya pondasi kepribadian yang baik. Pendidikan agama ini penting untuk bekal mereka menghadapi segala tantangan kelak. Sejak kecil,  biasakan anak mendapat asupan rohani.

2. Asah kecerdasan social dan emosi

Pemberian kasih saying, perhatian dan rasa nyaman akan merangsang kecerdasan emosi dan social anak. Anak yang sejak kecil diperlakukan baik cenderung berperilaku baik di masa depanya. Ciptakan kedekatan dan hubungan saling memiliki antar anggota keluarga, karena ini akan menciptakan mentalitas dan rasa percaya diri yang kuat pada diri anak. Sebaiknya juga anak mulai di ajak ‘gaul’ dengan saudara, tetangga, atau teman sebaya, sehingga mereka bisa belajar bersosialisasi. Mereka juga bisa sekaligus belajar mengendalikan emosi.

3. Ciptakan kedisiplinan

Ajarilah anak untuk disiplin sejak kecil dengan cara memberikan contoh untuk hidup teratur. jangan remehkan hal-hal kecil, seperti kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang ditanam sejak kecil akan berpengaruh positif bagi anak saat dewasa.

4. Pendidikan formal dan nonformal

Home schooling memang bisa jadi alternative. Tapi, anak bisa lebih banyak belajar  bersosialisasi dengan lingkungan luar rumah jika mereka di sekolahkan di luar rumah. Mereka juga dilatih mandiri ketika mulai berpisah dengan orang tua.

5. Usia emas penentu perkembangan manusia


Usia emas sangat menentukan bagi perkembangan manusia. Menurut para ahli, di usia tersebut perkembangan sel-sel otak (brain development) terjadi dengan pesat, fungsi kerja otak manusia pun mulai optimal. Tinggal bagaimana mengasahnya, untuk mendapatkan pertumbuhan yang cemerlang.

6. Biarkan anak berkembang

Memiliki anak membuat orang tua, terutama ibu menjadi lebih cerewet. Teriakan-teriakan melarang melakukan ini-itu seringkali terdengar di rumah. Jadi apa yang bisa dilakukan agar anak bisa beraktivitas dengan bebas tapi juga tidak perlu membuat orang tua khawatir? , lanjut ke nomor tujuh.

7. Hindari kata larangan

Orang tua harus menghindari kata larangan misalnya ‘jangan’ ketika melarang anak. Ketika orang tua mengatakan jangan, berarti orang tua menghambat keingintahuan anak. Belum tahu apa-apa kok sudah dilarang untuk tahu, anak-anak akan kecewa.

Ketika dilarang anak justru cenderung melakukan hal itu, karena merasa tertantang. Beda ketika dia di izinkan melakukan sesuatu, anak justru tidak terlalu antusias mencari tahu. Melarang anak juga bisa menghambat kreativitas mereka. Anak juga tidak berani mencoba. Bagaimana mau mencoba, kalau belum-belum sudah dilarang? Satu lagi, karena biasa dilarang, maka anak jadi tidak punya inisiatif. Karena setiap mengutarakan pendapatnya langsung ditolak dan hanya menerima segala perintah orang tua. Padahal ketika anak melakukan sesuatu yang dilarang orang tua, banyak hal yang bisa dipelajari. Selain bsia menemukan sesuatu yang baru, dia juga tidak pernah merasa terkungkung dengan dirinya sendiri. Maka, paling tidak minimalkanlah untuk mengatakan ‘jangan’ kepada anak supaya anak punya kesempatan melakukan sesuatu dan bisa bereksperimen serta lebih punya inisiatif.


Ingat..!!!


Generasi muda kita pernah menjerit, jika ia dibesarkan dalam kekangan maka ia akan rendah diri, jika ia dibesarkan dalam keegoisan ia akan menjadi sombong, jika ia dibesarkan tanpa kasih sayang maka ia akan menjadi liar, jika ia mendapat perhatian, maka ia menjadi anak yang santun.
Share this article :
Ditulis oleh: Ahmad Fankah Belajar Kreatif Updated at : 00:20