7 Tips Menjadi Manusia Yang Efektif dan Produktif

7 tips menjadi manusia yang efektif dan produktif
7 tips menjadi manusia yang efektif dan produktif ini masih ada kaitanya dengan posting sebelumnya tentang ciri-ciri generasi muda yang berkarya yang lebih dulu belajarkreatif share buat sobat. Untuk menjadi generasi yang unggul dan berprestasi yang dibutuhkan adalah selalu semangat dan tidak cepat pus, serius dalam mengerjakan sesuatu dan tentunya dibarengi juga dengan sikap konsisten atau tekun. Dan semua  langkah memulainya akan kita kupas di postingan kali ini yang saya beri judul 7 tips menjadi manusia yang efektif dan produktif ni.

Stelah sobat mengetahui ciri-ciri generasi muda yang berkarya, tantangan dan strategi yang bisa dilakukan agar generasi muda bisa berkrya, kali ini saatnya kita pelajari dan ketahui bagaimana perwujudan dari generasi muda yang berkarya tersebut.

7 kebiasaan untuk menjadi manusia yang produktif dan efektif yang terdapat di buku Seven Habits of Highly Effective People karangan Steven Covey, kiranya bisa dijadikan sebagai kunci dalam mewujudkan generasi muda yang berkarya tersebut. Tujuh tips dan kebiasaan tersebut dapat di uraikan sebagai berikut.

  1. Be Proactive-Menjadi Manusia Proaktif. Jadilah manusia yang proaktif. Yaitu manusia yang mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati dan tanpa ada rasa terpaksa.
  2. Begin With The End In Mind – Mulailah segala sesuatu dari tujuan ahirnya. Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus memiliki visi. Visi inilah yang member gambaran dan arahan bagaimana tujuan ahir akan dicapai. Dengan adanya visi kita akan bersemangat, fokus sekaligus melakukan tindakan-tindakan bertahap yang diperlukan agar visi terwujud. Dengan memulai sesuatu dari tujuan ahirnya, maka kita akan terhindar dari menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang dalam jangka panjang atau bentuk ahir yang tidak bermanfaat.
  3. Put Fist Things First – Dahulukan Yang Pertama. Dalam hidup selalu ada hal penting dan hal kurang penting atau bahkan tidak penting sama sekali. secara sederhana, kita bisa membagi aktivitas untuk menentukan mana yang penting mana yang tidak, mana yang urgent dan mendesak dan mana yang tidak. Sering kali orang tercampur dan tidak bisa membedakan antara sesuatu yang penting dan sesuatu yang mendesak.
  4. Think Win-Win – Berpikir Menang. Setiap orang punya kepentingan. Sering kali kita tidak sadar ingin menang sendiri. Kita ingin melakukan sesuatu yang menguntungkan diri kita namun merugikan orang lain. Atau kalupun tidak sampai merugikan orang lain, kita hanya memikirlkan kepentingan kita dan tidak peduli apakah hal-hal yang menjadi perhatian orang lain ikut dipertimbangkan atau tidak. Tindakan disini disebut Win-Lose. Satu pihak menang namun pihak lainya harus kalah. Memang tidak mudah untuk membiasakan cara berfikir win-win. Ini menuntut sikap empati terhadap situasi yang dihadapi orang lain. Berpikir win-win akan menjauhkan kamu dari cara bertindak egois yang hanya ingin kepentingan pribadi diutamakan. 
  5. Seek Fist To Understand, Then To Be Understood – Pahami Lebih Dulu Orang Lain, Agar Mereka Juga Bisa Memahami kamu. Orang bijak mengatakan, kita memiliki dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Keterampilan mendengarkan atau listening menjadi penting buat semua orang, terutama jika kamu seorang pemimpin. Mendengarkan yang sesungguhnya adalah kita menaruh perhatian atas apa yang disampaikan orang lain, berusaha memahaminya, dan berusaha melihat dari sudut pandangnya. Dengan demikian kita menjadi paham mengapa orang tersebut cenderung melakukan sesuatu dengan cara tertentu, atau mengapa dia lebih memilih melakukan sesuatu dan meninggalkan yang lainnya. Kebiasaan ini mengajarkan kepada kita untuk men-diaknosa permasalahan dengan baik sebelum member tindakan.
  6. Sinergize – Melakukan Sinergi Dengan Orang Lain.Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Itu sebabnya kita akan selalu saling membutuhkan. Kekurangan kita ditutupi oleh kelebihan yang dimiliki orang lain dan sebaliknya apa yang menjadi kelebihan diri kita dapat dimanfaatkan untuk membantu orang lain. Inilah kerjasama harmonis di mana masing-masing pihak menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing dan memilih bersinergi, bukan berjalan sendiri-sendiri.
  7. Sharpen the Saw – Pertajam Segala Macam Bentuk Penglihatan Diri. Ini dimaksudkan sebagai cara agar kamu melakukan tindakan yang dapat mempertajam segala macam bentuk sensor pribadi yang ada di dalam diri. Mulai dari dimensi fissik, mental, social, emosional, dan juga spiritual. Semua dimensi ini harus dijaga supaya seimbang. Tujuanya tentu saja agar peningkatan produksi bisa di sadari dan dijadikan sebagai kebiasaan yang tak lagi dilakukan secara paksa.
Share this article :
fb comment Comments
fb comment1 0 Comments

0 comments :

Post a Comment